Minggu, 27 November 2016

WHEN YOU REALIZE

Baru aku sadari. Aku sekarang sudah hampir dewasa. Aku sudah memasuki kawasan perkuliahan. Jauh dari orangtua, jauh dari keluarga. Dan tentu saja rasanya sangat menyakitkan. Terkadang aku ingin menggunakan mesin waktu Doraemon untuk melihat kembali kenangan apa yang telah aku lalui bersama orangtua ku, dan orang-orang di masa lalu ku.
Kenangan saat aku masih berjalan menggunakan rak piring, saat aku masih tertatih untuk berjalan, saat aku merekam semua kosa kata, saat aku mulai bersekolah, saat aku bergaul dengan teman-temanku, saat aku dibully, saat aku menemukan sahabat karibku di SMA, saat aku menemukan cinta-cinta ku yang dulu, dan tentunya waktu luang bersama keluarga.

Baru aku sadari, aku makin tua untuk melakukan segala hal. Rasanya aneh mandi air hujan disaat usiaku menginjak 18 tahun ini, rasanya aneh aku bersepeda dan menggunakan botol plastik lalu diselipkan ke dalam roda sepeda itu. Rasanya aneh untuk sekedar memeluk orangtua, rasanya aneh bermain masak-masakan dan bersandiwara. Aneh...

Entah mengapa aku hanya ingin menulis ini. Aku merasa ada sesuatu yang salah di dalam otakku. Rasanya seperti ada yang memaksa untuk membuka semua momen-momen yang selama ini aku lalui. Dan itu sangat sakit. Aku menyadari bahwa aku bukan “Billa” yang dulu memakai kaos dan celana dalam sambil bermain sepeda mengitari pasar. Aku sangat yakin. Ada yang mengganti diri ini.

WAKTU.

Aku berpikir bahwa waktu adalah hal yang paling kejam. Ia merenggut semua yang aku sayangi. Aku kehilangan nenekku. Tepat, 13 Februari 2010. Tepat di hari ulang tahunku. Tepat di hari bertambahnya umurku. Waktu juga tidak segan untuk merubah kita. Entah itu menjadi kita lebih tambah baik atau malah sebaliknya. Aku merasa diri ini bukan diriku. Dan aku yakin itu karena sang waktu. Aku tidak sepenuhnya menyalahkan waktu. Aku juga menyalahkan keadaan. Keadaan sekitar yang membuat aku menjadi sosok yang sekarang ini. Rasanya ada trauma tersendiri ketika mengingat hal yang tak ingin terjadi. Seperti mamah dan aku keceakaan 17 Juni 2014. Saat aku dan mamahku hendak mengambil rapot. Aku tidak bisa membayangkan hal itu. Itu sangat menyakitkan. Memandang mamah kesakitan dan terkapar di jalan. Tak ada yang menolong. Hingga mamah mengalami shock berat. Aku juga tidak bisa lupa. Bagaimana rasanya dikhianati oleh orang yang kita sayangi. Begitu banyak kesedihan yang aku lalui. Hingga aku setegar ini.

Mungkin karena itu aku menjadi sosok sekarang ini.

Entah bagaimana nantinya dengan sifat dan sikapku sekarang. Akankah happy ending atau sad ending? Aku tidak akan pernah tau. Yang aku tau hanya : let it flow. Karena pertunjukkan akan segera berlalu.



 MY CHILDHOOD





MASA SMP



MASA SMA



DENGAN SAHABAT



MY MY MY MY EVERYTHING



DAN KENANGAN APAPUN SELALU MENGHANTUI.
IA TAKKAN PERNAH BISA DILUPAKAN. SEKERAS APAPUN KITA MELUPAKAN.