Kali ini, gue ga bakal galau-galauan seperti biasanya. Kali ini gue bakal bahas tentang lo yang punya kakak. Dan kakak lo yang berbeda, yang spesial banget. Semoga ini bisa ngehibur yaa. Syukur-syukur bisa nangis :v
Dunia ini indah, kak. Kita harus bersyukur, sekurang-kurangnya kita, selebih-lebihnya kita. Jadi manusia jangan suka ngeluh, kak banyak yang lebih membutuhkan daripada kita. Hidup di dunia hanya sementara, kak. Kita harus mengatur waktu. Jangan waktu yang mengatur kita
Mungkin orang tua kita sudah berpisah lama, kak. Tapi kita harus tetap hidup. Tanpa atau dengan ayah, tanpa atau dengan ibu. Kita harus tetap tegar. Kita adalah makhluk Tuhan yang sangat spesial. Kita kuat, kita tahan banting, kita sabar.
Dunia kakak lebih indah daripada duniaku.
Kakak punya kelebihan, kakak beda, kakak mampu melewati lorong waktu tak berujung, dan bertahan di raga yang salah. Kakak cakep kok, pasti nanti pacar kakak bangga banget punya kakak.
Dengarkan aku, kak. Aku, adikmu, yang selalu kau lindungi dengan penuh kasih sayang dan kekuranganmu. Kamu memang tak seperti makhluk Tuhan lain. Kamu sempurna di mata Tuhan. Andai kata kau utusan Tuhan, maka Tuhan bilang kau malaikat.
Kakak hebat! Cacian dan makian datang, namun kakak tetap tersenyum. Aku sayang kamu, kak! Seribu kekuranganmu. Sejuta kelebihanmu
NB : Untukmu, yang mempunyai kakak berbeda.
Open Your Mind! Remember, tomorrow will be wonderfull. Aku hanya menutup mata, lalu merasakan, dan ku tuliskan semuanya menjadi satu di sini. Ini satu dari sekian banyak cerita hidupku. Mungkin hanya secuil. Namun berarti untukku. Dan semoga juga untukmu. Selamat membaca Jagad'rs!
Jumat, 03 Oktober 2014
Kamis, 02 Oktober 2014
KAMU BUKAN JINGGA
Tuhan tau kisahku ini salah, Tuhan juga tau, kisahku ini akan cepat ber-ending. Tapi entah, aku dan hatiku tidak saling sinkron satu sama lain. Hati ini menginginkanmu, namun diriku tidak, aku bukan PHO. Ya, aku mencintai orang yang salah. Orang yang orang lain sudah punya.
Mungkin kalau bukan karena sore itu rasa ini tetap rasaku. Namun kenapa saat kau memanggilku dengan mengibaskan rambutmu sewaktu pemanasan basket, perasaan ini jadi berbeda, degup jantungku sungguh hampir melebihi batas normal. Seolah matamu membawa sihir Harry Potter "Expectrum Patronoum" kau langsung meluluhkan hati ini, perasaan ini.
Dan rasa ini bergulir cukup lama. Kau membawaku ke dimensimu, dan saat ku tau kamu sudah berada milik orang lain, mengapa aku ini ingin menjauhimu? Iblis di dalam dada ini terus mengusik keyakinanku. Apakah aku bisa memiliki hatimu? Ujarku kepada siluet hitam dalam cahaya lampu malam yang ku pasang di langit-langit kamarku.
Sekarang, aku mencoba untuk melupakanmu.
Seiring berjalannya waktu, aku mencoba melupakanmu sedikit demi sedikit. Tapi kenapa kau tidak sopan padaku? Kenapa kau mengganggu kekhusyukan melupakanmu?
Kenapa kau ini? Datang lagi? Mau apa? Jangan bawa luka tak berdarah lagi!
Aku capek setiap hari harus melihatmu dari jauh, melihatmu bermain basket, melihatmu tertawa bersama teman-temanmu. Bahkan melihatmu tersipu malu mengobrol dengan pacarmu.
Cukup! Perjuanganku cukup sampai di sini saja. Ku kubur semua rasaku. Ku pendam. Agar tak satupun mengetahui aku memendam rasa padamu. Ku kubur semua yang indah tentang dirimu. Ku lupakan awal ku jatuh cinta dan awal kau menyapaku. Benar kata Tuhan, cerita ini cepat ber-ending.
Cukup, cukup sudah. Kamu bukan cahaya jingga yang aku cari.
Karya : Sabilla Bahana Jagad
Mungkin kalau bukan karena sore itu rasa ini tetap rasaku. Namun kenapa saat kau memanggilku dengan mengibaskan rambutmu sewaktu pemanasan basket, perasaan ini jadi berbeda, degup jantungku sungguh hampir melebihi batas normal. Seolah matamu membawa sihir Harry Potter "Expectrum Patronoum" kau langsung meluluhkan hati ini, perasaan ini.
Dan rasa ini bergulir cukup lama. Kau membawaku ke dimensimu, dan saat ku tau kamu sudah berada milik orang lain, mengapa aku ini ingin menjauhimu? Iblis di dalam dada ini terus mengusik keyakinanku. Apakah aku bisa memiliki hatimu? Ujarku kepada siluet hitam dalam cahaya lampu malam yang ku pasang di langit-langit kamarku.
Sekarang, aku mencoba untuk melupakanmu.
Seiring berjalannya waktu, aku mencoba melupakanmu sedikit demi sedikit. Tapi kenapa kau tidak sopan padaku? Kenapa kau mengganggu kekhusyukan melupakanmu?
Kenapa kau ini? Datang lagi? Mau apa? Jangan bawa luka tak berdarah lagi!
Aku capek setiap hari harus melihatmu dari jauh, melihatmu bermain basket, melihatmu tertawa bersama teman-temanmu. Bahkan melihatmu tersipu malu mengobrol dengan pacarmu.
Cukup! Perjuanganku cukup sampai di sini saja. Ku kubur semua rasaku. Ku pendam. Agar tak satupun mengetahui aku memendam rasa padamu. Ku kubur semua yang indah tentang dirimu. Ku lupakan awal ku jatuh cinta dan awal kau menyapaku. Benar kata Tuhan, cerita ini cepat ber-ending.
Cukup, cukup sudah. Kamu bukan cahaya jingga yang aku cari.
Karya : Sabilla Bahana Jagad
Rabu, 01 Oktober 2014
CINTA PERTAMA, CINTA MONYET, CINTA AMBUREGUL
Ini terjadi sewaktu gue masih unyu dan baru mengerti cinta, dan baru bisa pacaran.
First, nama gue Sabilla Bahana Jagad. Siapa cinta pertama gue? Dia H***T* A** P***A** oke gue cuma ngingetin aja, bagi yang udah tau tolong tutup mulut pake tangan sendiri, jangan pake kaki gue. kali ini gue mau bercerita tentang cinta monyet gue yang satu ini.
Gue masih inget. Pertama kali kita kenal sewaktu sahabat gue, Aal. Dia ikut karate, meski dia bencong lampu merah yang suka bawa kricikan, namun di siang hari dia khilaf dan berubah wujud menjadi lelaki sejati yang tak pernah terkalahkan oleh hulek dan apapun. Aal ini ceritanya ikut karate. Terus nih ya, dia ketemu sama si H ini. Nah ceritanya kenalan nih. Ceritanya mereka satu sama lain saling mengenal. *ini ceritanya mulu, kapan realnya?* oke gue lanjut.
Dan tak lama mereka kenal, si H minta kenalan sama gue, tapi ga berani ngungkapin. begitu ujarnya. Akhirnya, dia minta bantuan sibencong Aal buat nyomblangin ke gue. singkat cerita kita udah kenal tanpa kenalan. Yang gue ngakak-in itu waktu gue dan temen temen gue *termasukH* dateng ke rumah Arum. Lo tau gue ngapain disana? Fix. Gue disana bukan guling guling, bukan juga nyanyi dan jadi radio bodol seperti biasanya, gue disana cuma karena gue aus dan pengen banget minum es limun. Oke. cuma itu.
Gue persingkat ceritanya, ternyata si H ini memendam rasa. Tapi ga dalem dalem kok. Akhirnya dia menyatakan lewat pesan singkat. gue lupa tanggalnya. Gue pacaran sama dia udah kira-kira 3 mingguan. dan si H pun melakukan tembak ulang secara lisan di depan gue. gue inget, waktu itu tanggal 18 oktober, waktu KTS semester 1. Dia nembak gue di rumah Aal. Gue inget wajahnya merah kaya tomat di prambosin. Senyum imutnya yang bikin gue waktu itu kelpek kelpek *Baca = klepek-klepek* gue langsung terima. *kan udah jadian lama, itu cuma pengulangan* jadi gue trima.
Gue bingung mau bahas tentang dia apa lagi, yah walaupun setelah itu gak bertahan lama *sekitar 2 bulan* tapi dia udah bawa warna yang pertama dalam hal percintaan di hidup gue. Thanks ya H!
Ga bakal gue lupain lo. Lo, cinta pertama gue, cinta monyet gue, dan cinta amburegul gue yang emeseyuuu bahrelway bahrelwaaayy :D
BTW gue buat ini tanpa ada rencana sebelumnya. Sorry kalo ga ngehibur ya. Gue khilaf. Plis don't jugde me!
BTW juga, lo bisa kok main ke :
IG : jagaddeee
twitter : jagaddeee
ID Line : jagaddeee
Path : Sabilla Bahana Jagad
Ask.fm : jagaddeee
FB : Sabilla Bahana Jagad
e-mail : sabillabahanaj@yahoo.co.id
Monggo di kinthil-i ;;)
First, nama gue Sabilla Bahana Jagad. Siapa cinta pertama gue? Dia H***T* A** P***A** oke gue cuma ngingetin aja, bagi yang udah tau tolong tutup mulut pake tangan sendiri, jangan pake kaki gue. kali ini gue mau bercerita tentang cinta monyet gue yang satu ini.
Gue masih inget. Pertama kali kita kenal sewaktu sahabat gue, Aal. Dia ikut karate, meski dia bencong lampu merah yang suka bawa kricikan, namun di siang hari dia khilaf dan berubah wujud menjadi lelaki sejati yang tak pernah terkalahkan oleh hulek dan apapun. Aal ini ceritanya ikut karate. Terus nih ya, dia ketemu sama si H ini. Nah ceritanya kenalan nih. Ceritanya mereka satu sama lain saling mengenal. *ini ceritanya mulu, kapan realnya?* oke gue lanjut.
Dan tak lama mereka kenal, si H minta kenalan sama gue, tapi ga berani ngungkapin. begitu ujarnya. Akhirnya, dia minta bantuan si
Gue persingkat ceritanya, ternyata si H ini memendam rasa. Tapi ga dalem dalem kok. Akhirnya dia menyatakan lewat pesan singkat. gue lupa tanggalnya. Gue pacaran sama dia udah kira-kira 3 mingguan. dan si H pun melakukan tembak ulang secara lisan di depan gue. gue inget, waktu itu tanggal 18 oktober, waktu KTS semester 1. Dia nembak gue di rumah Aal. Gue inget wajahnya merah kaya tomat di prambosin. Senyum imutnya yang bikin gue waktu itu kelpek kelpek *Baca = klepek-klepek* gue langsung terima. *kan udah jadian lama, itu cuma pengulangan* jadi gue trima.
Gue bingung mau bahas tentang dia apa lagi, yah walaupun setelah itu gak bertahan lama *sekitar 2 bulan* tapi dia udah bawa warna yang pertama dalam hal percintaan di hidup gue. Thanks ya H!
Ga bakal gue lupain lo. Lo, cinta pertama gue, cinta monyet gue, dan cinta amburegul gue yang emeseyuuu bahrelway bahrelwaaayy :D
BTW gue buat ini tanpa ada rencana sebelumnya. Sorry kalo ga ngehibur ya. Gue khilaf. Plis don't jugde me!
BTW juga, lo bisa kok main ke :
IG : jagaddeee
twitter : jagaddeee
ID Line : jagaddeee
Path : Sabilla Bahana Jagad
Ask.fm : jagaddeee
FB : Sabilla Bahana Jagad
e-mail : sabillabahanaj@yahoo.co.id
Monggo di kinthil-i ;;)
Langganan:
Postingan (Atom)