Hati orang, siapa yang tau? Walaupun terlihat 'baik-baik saja', namun apa benar begitu?
Dalam ketakutan ini aku mencoba untuk tetap bersamamu, merajut benang demi benang, agar bisa membuat pakaian. Jika ingin aku jujur tentang rasa ini, aku tak bisa berkata apapun selain 'sesak', yang tak kunjung lega. Berharap Sang Ilahi mendengarkan bait demi bait doa yang selalu aku lantunkan 5 waktu dalam sehari. Apakah itu cukup?
Benak ini tak lagi tenang. Benak ini tak lagi senang. Setelah kejadian pahit itu, aku ragu. Aku menjadi hilang kontrol dan buta akan semuanya. Semoga, kalian membaca ini. Kalian yang sudah menodai cinta kami. Aku ingin berpesan kepadamu, hai perempuan. Kamu tidak akan pernah tau bagaimana rasa sakit itu datang dan tak hilang hingga detik ini. BENCI! Memang sudah benci. Sebatas MAAF saja tidak membuat hatiku lega. Pertemuanmu denganku waktu itu di mini market pun tidak membuahkan hasil. Aku menjadi semakin sesak. Kini aku habiskan hanya untuk menangisimu. Jika waktu itu kamu punya hati, apakah kamu masih 'merespon'nya? Apakah kamu memikirkan apa yang aku pikirkan? Apakah kamu merasakan apa yang aku rasa waktu itu? Apakah kamu memikirkan 'perasaan' ku ini? HAH! Aku tak yakin jika wanita sepertimu mempunyai hati.
Menamparmu? Membalasmu? Tidak akan pernah aku melakukan hal bodoh seperti itu. Hal yang mungkin orang tuamu saja tidak pernah melakukannya kepadamu.
Bolehkah aku bertanya? Sudah berapa banyak wanita yang tersakiti oleh kelakuanmu?
Dan untukmu, wahai lelaki. Aku tau ini semua bukan sepenuhnya salahnya. Ini juga salahmu. Coba saja waktu itu kamu tidak mendengarkan kata sahabatmu tentang wanita itu. Aku tidak akan sehancur ini. Adakah sedikitpun kamu merasa 'tidak enak hati' padaku? Adakah rasa bersalah dihatimu? Ataukah aku yang tidak ada dihatimu?
Aku hanya berpesan untuk kalian berdua yang sudah menodai cinta kami. Karma akan datang menjemput kalian. Entah hari ini, besok atau seterusnya. Aku tidak perlu bersusah payah menyusun rencana balas dendam untuk kalian. Biar waktu yang merencanakan.
Aku hanya ingin mengucapkan TERIMA KASIH! Melalui cara ini aku mengerti bagaimana cara menghargai perasaan orang lain dan cara untuk menjadi dewasa. Walaupun mungkin rasa sakit ini tidak kunjung usai.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar