Hingar bingar sang sunyi mulai menderu sambil sesekali menghujam
Paradoks manusia berjejalan di ambang blakim pertanda hidup
Para besi tua saling sapa:
Oi!
Randu gugur helai per helai
Menyaksikan aku dan kau bertemu di sudut gedung dengan mta setengah samar tertiup angin
[Aku yang hilang]
Dua sinar rembulan dengan sabit tentunya, melengkapimu malam itu
Nyiur mulai menyentuhku dengan hangat sembari menawarkan aksara yang kau racik sendiri
Rasa ingin berdusta pada diri bahwa aku sama sekali tidak memberi kebodohanku
Sapa matahari nyatanya tak bisa buatku terlelap, karena:
Sinar rembulanmu yang tak pernah redup dan selalu mengatakan bahwa ada harapan di ujung jalan ini
Aku mengangguk, kemudian mengerti
Lelaki Ujung Pandang, yang memang di ujung pandang:
Adakah kalimat lain yang semakna dengan kalimat "Aku cinta kau"?
-Jagad-
Comal, 27 Februari 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar