Rabu, 25 Mei 2016

Jatuh Cinta Kepadamu, Teman Kanak-Kanak Ku.

Takdir Tuhan siapa yang menyangka? Semua begitu misterius. Tidak ada yang bisa menebak takdirNya. Mungkin ini mustahil untukku bisa bertemu, dan bahkan bisa berpacaran dengan orang cuek sepertinya. Ya, aku beruntung. Aku bisa menaklukannya, orang yang terkenal cuek, bahkan tidak peduli
dengan siapapun, lebih lebih dengan anak perempuan.
Semua berawal dari chatting iseng ku menanyakan "kabarnya kamu akan pindah sekolah?" Aku ingat betul pertama kali aku membuka chatting. Awalnya iseng, jadi seneng. Cinta emang datangnya dadakan. Kaya tahu bulat.

Akhirnya aku memutuskan untuk jadi secret admirer dia di sekolah. Sekolah kami sama, hanya beda kelas, aku IPA, dia IPS. Setiap hari aku mengamatinya dari jauh, aku mondar mandir di kelasnya, berharap bisa bertemu, aku berharap aku bisa tegur sapa. Namun hanya 0.9% kemungkinan dia mau bertegur sapa.
Rasa ini semakin berat, rasa ini tidak mau hilang, dan waktu tetap berjalan. Aku bingung harus bagaimana, pernah berfikir untuk berhenti mencintainya. Tapi? Malah semakin berat rasaku.
Percaya tidak percaya, aku bisa merasakan hentakan kakinya ke tanah, dan langkah kecilnya menuju suatu tempat. Inikah kemistri? Entah. Saat itu, hentakan kakinya mampu mendebarkan hatiku, aku ingat betul bagaimana perasaanku ketika ia lewat depan kelasku. "Akmaaaaaaal, Vitaaaaaaa. Lihat siapa yang barusan lewaaaat!!!" Aku selalu berkata begitu pasca ia lewat depan kelasku. Dan lagi. Rasa ini  kuanggap sia sia. Mana mungkin perempuan sepertiku bisa dengannya? Kecil kemungkinan.

Hari telah berganti, tak bisa ku hindari, jantungku berdegup kencang, kaki bergetar hebat. Lirik lagu yang terus menerus ku putar di HPku. Apakah salah jika hati ini berharap lebih kepadanya? Maybe.
Aku tidak bisa berkutik. Aku berani pulang sore, hanya karena menunggunya pulang terlebihdahulu. Dan tatapan matanya? Rasa rasanya seperti elang yang hendak menikam siapapun. Mata yang membuat seluruh tubuh ini tak bisa digerakkan. Ah, rasa ini menguasaiku terlalu dalam.
Hingga tiba saatnya, aku tidak kuat lagi menahan rasa ini. aku mengirimkan chatting di akun LINE miliknya. Antara bersyukur atau malah sedih, LINE miliknya off sejak lama.
Maju mundur aku mencintainya.
terkadang hati iya, namun pikiran tidak. Selalu tidak sinkron. terkadang aku berpikir bahwa akulah yang paling sengsara menjadi secret admirer. Mengaguminya, memandangnya, menatap setiap langkahnya, melihat ia bercanda dengan teman temannya. "Apa mungkin?"

Ada suatu hari aku benar benar malu terhadap diriku sendiri. Aku marah, aku menyesal, aku benar benar serasa sangat menyesal mencintainya. Aku melihatnya sedang memberi flashdisk berwarna putih *aku pikir itu flashdisknya* kepada perempuan. Aku kenal perempuan itu, aku kenal siapa dia. Aku hancur, aku mendobrak pintu kelas, aku menangis. Aku menyadari, betapa cacatnya aku saat ini, aku yang tidak sempurna, aku yang bukan apa apa, mana bisa jadi siapa siapamya dia? dibanding perempuan itu, aku jauh tertinggal. Maaf. Aku harus mundur. Aku menangiTapi aku malu mengakui, kenapa aku menangis.
Why? Kenapa? Kenapa selalu begini? Kenapa aku yang menanggung indahnya jatuh cinta
dan ia mematahkannya begitu saja? Kenapa? Apa orang sepertiku tidak pantas dicintai?
Aku mundur teratur. Aku mulai menghapus semua chattingnya. Aku mulai menghapus fotonya di HPku dan berjanji aku tidak akan pernah chat dengannya. Aku kira ia benar benar cuek terhadap perempuan. Dan ternyata hanya kepadaku ia begitu. Luka yang sulit disembuhkan. Terima kasih.
Singkat cerita, aku yang sedang kecewa dan akan melupakannya. Dia datang ke rumahku tanpa dosa. Rasa kecewa seakan hilang. Dan aku? Kembali mencintainya.
Dengan canggung, aku memulai membuka cerita "kamu mau kemana?" Dia menjawab "Aku mau ke rumah mbah kakung, ngambil baju sama sempak ketinggalan"
Sekitar 45 menit kita ngobrol. Dia pamit pulang. dan aku hanya bisa berharap. KAPAN SIH BISA GINI TERUS?
Ngga lama, lewat aplikasi WHATSAPP, Dia mulai membuka chat "Gad"
Hanya sesimple itu dia bisa bikin terbang kesana kemari.
"Pacaran yuk" (???????????)
Aku heran, bingung, dan hampir mati. Ini antara mimpi, atau nyata? Aku tampar pipiku, aku cubit kecil tangan ini, ternyata sakit dan ini NYATA!
Tepat, 25 September 2015, pukul 21:05 aku resmi ditembak.

Hubungan kami berjalan hingga saat ini, banyak yang sudah kita lalui. Susah, sedih, senang, dan bahagia kita lewati bersama. kadang masih ada konflik. Hehehe.

Muhammad Kahfi Fathurrizqi
Teman semasa TK, yang dipisahkan selama 9 tahun, akhirnya kembali, dengan rasa spesial.          
 Dan cuma mau ngucapin, HAPPY ANNIVERSARY 8 MONTHS!
Selama ini kita bersama. Mungkin tidak seperti hubungan Rani dan Mas Toni, Vita dan Mas Anton. Tapi aku yakin, 8 bulan kita tidak kalah dengan mereka. 8 bulan ini banyak yang kita lalui, 8 bulan penuh pelangi. Terima Kasih.


-Sabilla Bahana Jagad-              

Tidak ada komentar:

Posting Komentar